Skip to main content

Jejak Hidup


Oleh : Fadli Maulana A

🌷 Ketika banyak kaki melangkah tanpa tujuan pasti akan terasa hampa, dan ketika terdiam tanpa ada selangkah perencanaan pun masih tetap hampa. Dalam hal ini saya akan membahas suatu hal yang berbasis hakikat kurikulum. Disini saya mengambil judul “JEJAK HIDUP”. Sama halnya dengan tema yang kita bahas kali ini, setiap jejak kehidupan pasti ada sebuah tujuan. Mau kesana pasti perlu tujuan, mau kesini pasti perlu tujuan. Di sela tujuan tersebut pasti ada cara ataupun metode dalam tercapainya tujuan tersebut.

🌷 Kita tarik garis besar tentang kehidupan ?? apa yang kita lihat dan apa yang kita rasakan. Dalam jejak hidup kita banyak melihat tikungan-tikungan tajam dan kita akan merasakan hampanya suasana dalam perjalanan jika tiada tujuan dan hikmah dalam menjalaninya. Coba kita alihkan ke sudut pandang pendidikan, jejak hidup disini sama halnya dengan kurikulum. Dalam kurikulum ada beberapa konsep dalam menguak pendidikan yang profesional, itu sama halnya dengan jejak hidup yang juga memiliki konsep dalam menciptakan suasana hidup yang senyaman dan bahagia.

🌷 Rangkaian perjalanan yang penuh kebahagian, memang tak semudah merobek kertas. Adanya kegagalan dalam menjalani kehidupan itu wajar, karna sebuah kegagalan suatu saat dengan seiring berputarnya waktu, tentu dengan penuh perjuangan dalam berproses mencari hikmah kehidupan kegagalan tersebut akan bermetamorfosa menjadi kebahagiaan yang tercium hingga ujung senja. Mimpi yang terukir akan menjadi nyata, dan setiap manusia memiliki banyak cerita tentang proses menjalani sebuah kehidupan. Dalam menentukan arah langkah kehidupan, terkadang sangat membutuhkan dukungan dan motivasi orang lain. orang lain yang punya pengalaman hidup bisa menceriterakan kepada orang yang akan mau melangkah mencari tujuan  hidup terutama pada remaja-remaja dan tidak tertutup kemungkinan untuk semua khayalak umum. Tidak ada salahnya mengambil pendapat, ide, motivasi, kata-kata bijak yang pastinya bukan dari dalam diri sendiri melainkan dari orang lain untuk kita jadikan sebagai pegangan dan pedoman dalam menemukan tujuan-tujuan dalam kehidupan.


INTROPEKSI 04/11/2018

Comments

Popular posts from this blog

Aroma Pendidikan

Oleh: Fadli Maulana A Pada hakikatnya Pendidikan memiliki beberapa komponen, yakni pendidik, peserta didik, tujuan, isi, metode dan lingkungan pendidikan. Semua komponen ini sangatlah berkesinambungan, dan tanpa adanya salah satu komponen tersebut maka pendidikan tidak akan berjalan secara efektif dan efisien. Adanya komponen-komponen tersebut sedikit tercium aroma pendidikan yang membawa manusia kepada hakikat manusia itu sendiri, pendidikan disini banyak di artikan bahwasanya tujuan pendidikan ialah memanusiakan manusia. Maksud dari memanusiakan manusia adalah memberikan dorongan serta motivasi sehingga siswa mampu mengetahui apa yang telah dilakukan serta memahami segala hal yang telah diperbuatnya. Pada era sekarang khususnya, sebagian besar generasi muda sudah berani menyelewengkan arti Pendidikan dan bahkan tidak menganggap pendidikan penting baginya , sehingga yang tercipta dalam pikirannya hanyalah uang, mereka tak pernah benar-benar serius untuk belajar hanya saja mer...

Terkikisnya Kualitas Siswa

Oleh : Fadli Maulana A Di era milenial ini memang dunia mulai berubah dari segi teknologi dan ilmu pengetahuan ataupun kualitas manusia. Di era milenial ini pun banyak problema - problema yang menghambat maupun mendorong manusia dalam mengembangkan potensinya,   meski di era milenial ini teknologi semakin canggih dan banyak menciptakan manusia yang berkualitas.   Namun perlu di garis bawahi, bahwasanya di era milenial ini mirisnya banyak dari manusia (siswa)   terkikis moralnya. Manusia itu tak hanya tinggi intelektualnya namun juga tinggi moralitasnya, guna tidak ada yang terbesit sedikit pun di hatinya untuk merendahkan orang lain. Tujuan ideal pendidikan tak hanya menjadikan siswa cerdas namun juga menjadikan siswa bermoral sehingga memiliki kepribadian yang lebih baik. Sedikit menyinggung tentang moral, etika dan bahkan akhlak, mungkin terbesit dalam benak kita " Apa sih maksud dari moral itu? Mengapa manusia harus bermoral? ". Alangkah baiknya kita mengerti...

Di Balik Simbol Tanda Tanya

Oleh:  Fadli Maulana A 🌷 Saat itu sinar mentari mulai sedikit padam suasana mulai tampak suram karena pertanyaan-pertanyaan besar merontak hingga lukiskan tanda tanya. Namun, semua bimbang tak ada satupun yang sanggup merubah tanda tanya menjadi satu titik yang bermakna. Mungkin otak dan hati mulai bekerjasama mengalihkan perhatian, namun apalah daya bila ragu menghampiri nya. Suasana pun menjadi hening hiruk pikuk tanpa suara bak rumah kosong tak berpenghuni, suara jangkrik serta hembusan angin mulai mengiringi melodi diskusi. 🌷 Aktif dalam pembelajaran itu perlu bahkan penting, agar tak menimbulkan tanda tanya yang berujung tak bermakna.  Aktif disini berarti belajar yang memperbanyak aktivitas peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dari berbagai sumber, untuk dibahas dalam proses pembelajaran dalam kelas, sehingga memperoleh berbagai pengalaman yang tidak saja menambah pengetahuan, serta kemampuan dalam berfikir. Adapun Dalam sistem pengajaran ya...