Skip to main content

Santri Sebagai Arah Bangsa


Oleh : Fadli Maulana A


๐ŸŒทPerkembangan IPTEK dan kondisi IMTAQ yg semakin cepat berubah menjadi tantangan tersendiri bagi seorang santri era milenial ini, idealnya seorang santri harus mampu menguasai ilmu agama dan juga menguasai khazanah ilmu modern. Maka hal ini juga harus bergayung sambut dengan Pesantren yg sejatinya sebagai produsen dari sebuah pabrik Nobel dengan standart kompetensi generasi yang pandai ilmu umum dan juga mempuni dalam ilmu agama. Di era milenial ini memang banyak generasi-generasi yang unggul dalam bidangnya. Bahkan, tak hanya satu bidang saja yang mampu dikuasai akan tetapi, berbagai macam bidang pun mampu ia kuasai. 

๐ŸŒท Kata "Santri" pada umumnya berarti seorang (individu) yang bertempat dan mengenyam pendidikan di area pesantren, akan tetapi menurut gus dur santri itu tak hanya yang belajar ilmu agama di area pesantren saja akan tetapi, yang belajar ilmu agama dimanapun tempatnya itu juga dinamakan santri. Adapun menurut pendapat lain bahwasanya kata santri itu dari bahasa Inggris yakni sun yang berarti matahari dan three yang berarti tiga. Mengapa demikian? Karena, matahari adalah lambang dari sumber kehidupan jadi, santri juga termasuk lambang masyarakat yang di haruskan menjadi tolak ukur generasi masa kini. Adapun  arti Tiga dalam kata sunthree ialah seorang santri harus memiliki tiga hal pada dirinya yakni iman, Islam dan ihsan. Semua ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan dipelajari dipesantren menjadi seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh, berpegang teguh kepada aturan islam. serta dapat berbuat ihsan kepada sesama. Subjek pendidikan itu ada dua yakni pendidik dan peserta didik. Dan kedudukan santri ini adalah keduanya, karena santri itu tak hanya menjadi peserta didik saja akan tetapi di lain waktu ia akan menjadi pendidik untuk teman sebayanya, adik kelasnya dan bahkan kakak kelasnya .

๐ŸŒทSedikit mengidentifikasikan tentang tema yang dibahas kali ini bahwasannya santri sebagai perisai arah bangsa ini adalah tugas ataupun fungsi santri di tanah lapang. Mengapa disebut perisai ? karena santri itu sebagai pembatas serta pengingat generasi di era milenial yang minim etika atau akhlaknya. Arah bangsa menjadi lebih baik apabila seorang santri mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa ini dengan ilmu yang telah didapatnya dari berbagai sumber.

๐ŸŒท Sedikit mengutip dari perkataan Alm. Habib Alwy Bin Agiel bahwasannya santri itu singkatan dari :
S : Sopan, yakni memiliki akhlak yang mulia patuh akan perintah gurunya dan menghargai gurunya.
A : Aman, yakni memiliki rasa aman maksudnya tidak dalam rasa keterpaksaan atau menganggap bahwa pesantren adalah penjara suci katanya.
N : Nyaman, yakni memiliki rasa bangga serta bahagia bisa belajar di pesantren.
T : Tertib, yakni tertib dalam hal apapun.
R : Rajin, yakni rajin dalam artian tidak malas belajar.
I : Ibadah, yakni juga rajin dalam ibadahnya dan tak lupa juga setiap ingin melakukan sesuatu selalu ingat kepada Allah SWT.
Dan adapun beliau juga berkata bahwa santri itu bukan dirubah oleh lingkungannya akan tetapi santrilah yang merubah lingkungan tersebut.

๐ŸŒท Santri itu bukan hanya nama namun juga pengabdian bangsa dan agama. Tidak ada santri galaulah bumi ini, karena santri akan berevolusi menjadi ulama’ yang akan menegakkan agama dan memperjuangkan negara agar tetap maju dan sejah tera.
Menurut LDNU Kab. Kediri, karakter santri ialah:
1. Tidak pernah mau berhenti belajar ilmu agama.
๐Ÿ‘‰ Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda :
ู„ุงْ ูŠَุดْุจَุนَ ู…ُุคْู…ِู†ُ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ูŠَุณْู…َุนُู‡ُ ุญَุชَّู‰ ูŠَูƒُูˆู†َ ู…ُู†ْุชَู‡َุงู‡ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉُ
"Seorang mukmin tidak akan merasa kenyang dengan kebaikan yang dia dengar sehingga akhir kesudahannya adalah surga." HR at Tirmidzi
2. Selalu berusaha mengamalkan ilmu agama yg telah dipelajarinya.
๐Ÿ‘‰ Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda:
ูŠَุง ุญَู…َู„َุฉَ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ุงุนْู…َู„ُูˆุง ุจِู‡ِ ูَุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْุนَุงู„ِู…ُ ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุจِู…َุง ุนَู„ِู…َ ูˆَูˆَุงูَู‚َ ุนِู„ْู…ُู‡ُ ุนَู…َู„َู‡ُ
"Wahai para pemegang ilmu, hendaklah kalian mengamalkannya (ilmu yang telah diketahui), karena seorang alim adalah yang mengamalkan apa yang ia ketahui dan ilmunya cocok dengan amalannya. HR ad Darimi
3. Selalu berusaha mengajarkan ilmu yg telah dipelajarinya.
๐Ÿ‘‰ Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda :
ุจَู„ِّุบُูˆุง ุนَู†ِّูŠ ูˆَู„َูˆْ ุขูŠَุฉً
"Sampaikan dariku sekalipun satu ayat" HR al Bukhari
4. Melakukan al Amru bi al Ma'ruf wa an Nahyu 'an al Munkar.
๐Ÿ‘‰ Allah ta'ala berfirman:
(ูƒُู†ْุชُู…ْ ุฎَูŠْุฑَ ุฃُู…َّุฉٍ ุฃُุฎْุฑِุฌَุชْ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุชَุฃْู…ُุฑُูˆู†َ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูˆَุชَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ َۗ)
[Surat Ali 'Imran 110]
"Kalian adalah umat terbaik yg dikeluarkan untuk manusia, kalian memerintahkan yg baik dan melarang yg munkar serta beriman kepada Allah"
5. Tidak mau berfatwa tanpa ilmu, dengan mengatakan tentang agama: "menurut saya..."
๐Ÿ‘‰ Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda :
ู…ู† ุฃูุชู‰ ุจุบูŠุฑ ุนู„ู… ู„ุนู†ุชู‡ ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ุงู„ุณู…ุงุก ูˆุงู„ุฃุฑุถ
"Barangsiapa siapa yg berfatwa tanpa ilmu maka malaikat langit dan bumu melaknatnya" HR Ibnu Asakir.

๐ŸŒท Sehingga bisa di simpulkan bahwasanya peserta didik itu tak hanya yang berada di ruang lingkup sekolah saja akan tetapi dalam ruang lingkup pesantren pun tetap di namakan peserta didik, karena pada hakikatnya adab seorang santri dalam menghormati guru maupun menuntut ilmu sama halnya dengan adab seorang peserta didik.


SERI INTROPEKSI 23/10/2018

Comments

Popular posts from this blog

Aroma Pendidikan

Oleh: Fadli Maulana A Pada hakikatnya Pendidikan memiliki beberapa komponen, yakni pendidik, peserta didik, tujuan, isi, metode dan lingkungan pendidikan. Semua komponen ini sangatlah berkesinambungan, dan tanpa adanya salah satu komponen tersebut maka pendidikan tidak akan berjalan secara efektif dan efisien. Adanya komponen-komponen tersebut sedikit tercium aroma pendidikan yang membawa manusia kepada hakikat manusia itu sendiri, pendidikan disini banyak di artikan bahwasanya tujuan pendidikan ialah memanusiakan manusia. Maksud dari memanusiakan manusia adalah memberikan dorongan serta motivasi sehingga siswa mampu mengetahui apa yang telah dilakukan serta memahami segala hal yang telah diperbuatnya. Pada era sekarang khususnya, sebagian besar generasi muda sudah berani menyelewengkan arti Pendidikan dan bahkan tidak menganggap pendidikan penting baginya , sehingga yang tercipta dalam pikirannya hanyalah uang, mereka tak pernah benar-benar serius untuk belajar hanya saja mer...

Terkikisnya Kualitas Siswa

Oleh : Fadli Maulana A Di era milenial ini memang dunia mulai berubah dari segi teknologi dan ilmu pengetahuan ataupun kualitas manusia. Di era milenial ini pun banyak problema - problema yang menghambat maupun mendorong manusia dalam mengembangkan potensinya,   meski di era milenial ini teknologi semakin canggih dan banyak menciptakan manusia yang berkualitas.   Namun perlu di garis bawahi, bahwasanya di era milenial ini mirisnya banyak dari manusia (siswa)   terkikis moralnya. Manusia itu tak hanya tinggi intelektualnya namun juga tinggi moralitasnya, guna tidak ada yang terbesit sedikit pun di hatinya untuk merendahkan orang lain. Tujuan ideal pendidikan tak hanya menjadikan siswa cerdas namun juga menjadikan siswa bermoral sehingga memiliki kepribadian yang lebih baik. Sedikit menyinggung tentang moral, etika dan bahkan akhlak, mungkin terbesit dalam benak kita " Apa sih maksud dari moral itu? Mengapa manusia harus bermoral? ". Alangkah baiknya kita mengerti...

Di Balik Simbol Tanda Tanya

Oleh:  Fadli Maulana A 🌷 Saat itu sinar mentari mulai sedikit padam suasana mulai tampak suram karena pertanyaan-pertanyaan besar merontak hingga lukiskan tanda tanya. Namun, semua bimbang tak ada satupun yang sanggup merubah tanda tanya menjadi satu titik yang bermakna. Mungkin otak dan hati mulai bekerjasama mengalihkan perhatian, namun apalah daya bila ragu menghampiri nya. Suasana pun menjadi hening hiruk pikuk tanpa suara bak rumah kosong tak berpenghuni, suara jangkrik serta hembusan angin mulai mengiringi melodi diskusi. 🌷 Aktif dalam pembelajaran itu perlu bahkan penting, agar tak menimbulkan tanda tanya yang berujung tak bermakna.  Aktif disini berarti belajar yang memperbanyak aktivitas peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dari berbagai sumber, untuk dibahas dalam proses pembelajaran dalam kelas, sehingga memperoleh berbagai pengalaman yang tidak saja menambah pengetahuan, serta kemampuan dalam berfikir. Adapun Dalam sistem pengajaran ya...